*kafka-fuura*
Konichiwa minna, this is my fav song, btw.. ^_^ Lagu ini mempunyai banyak kata kiasan, inti lagunya hanya sedikit. 

Sky Gate
風神少女|東方花映塚
Vocal: 舞花 (Maika)
Arrange: NAGI☆
All Instruments & Programming: NAGI☆
Bass: Maurits “禅” Cornelius
Lyrics: NANA
Circle: FELT
Album: Milky Wink
Event: Reitaisai SP

心に写した 思いをそっと伝えて
隠された 扉を叩く

kokoro ni utsushita omoi wo sotto tsutaete
kakusareta tobira wo tataku

These thoughts I’ve captured within my heart, I’ll gently say

Knocking on the hidden door

Pikiran dalam hatiku, aku berbicara dengan lembut
Menge-tuk pada se'buah pintu tersembunyi


まだ暗い空に 光を見つけ
明けていく世界 未来に起こされ

mada kurai sora ni hikari wo mitsuke
aketeiku sekai mirai ni okosare

I find light in the still darkened sky
As the lightening world wakes to the future


Ku temukan cahaya, di kegelapan langit sebagai cahaya duniaTuk membangun masa depan


頬を抜けてくほら 春風に涙溶かして
進んでく道を今 照らして

hoo wo nuketeku hora harukaze ni namida tokashite
susun’deku michi wo ima terashite

Running down my cheeks these tears melt into a spring wind
Now shining upon the road I walk


Mengalirkan air mata, lebur menjadi angin musim semi
Sekarang menyinari jalanku, saat ini

駆け抜ける風 思いを伝えて
忘れられた世界で
過去 未来 真実 見つめているよ
涙で濡れた 風を感じて
笑顔のその嘘も
すべて今抱きしめ伝えて

Sky Gate ~ FELT

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
Halo semua, apa kabar? :)

Di pos ini aku akan menceritakan tentang pengalaman belajarku di SMPN 1 Magetan yang pastinya ada senang, sedih, canda, tawa, canggung, deg an, dan lain-lain... Di SMP inilah tempatku menuntut ilmu. Di sini pula aku menemukan hal baru saat bertemu dengan teman-teman dan Bapak/Ibu guru tercinta. Baiklah, aku mulai dari kelas 7 dulu ya.. :D
Hari pertama di kelas 7, wow... aku terkesan dengan sekolah baruku yang sangat luas nan indah. Saat hari pertama itu, aku berfoto dengan teman-teman SD yang duduk-duduk di tangga.

Kesan Belajar di SMPN 1 Magetan

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
Haii para pembaca~ di pos ini aku akan menceritakan tentang identitas daerah tempat tinggalku. Rumah tempat tinggalku berada di Desa Kauman, Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, tepatnya di Jl. Tamrin no. 7 Magetan. Di pos ini aku akan menceritakan gambaran tempat di mana aku tinggal. (。’▽’。)♡

Lukisan di Sekitar Tempat Tinggal

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
-Taken from : www.shutterstock.com-

Hello, readers! Come back with my new post in this last day of August. Now, I wanna ask, "Do you speak English?" "Do you enjoy in speaking English?" "How often do you speak English?"
But, at the very first thing, "What is English?"
ENGLISH, is one of language in the world. There are many countries in the world. Every country has different language, but they don't need to worry about that. Why ? Because we have an international language, that is English. English makes people in the world ONE. So, English is very-very important language to learn, isn't it? Learning English is not that hard. Many people *mainly those who don't use English as mother language* think that it is very hard to study English and to be able to speak English. Actually, it's easy to learn English. :)

There are four skills in learning language. What are they? They are listening, speaking, reading, writing. When we were a baby, we listened to our mother's words. Her words were so soft, that it made us want to imitate word by word in day by day. So, we've learned how to speak although it was just a word. Then, when we've grown up, our parents carried us to the school. There, we've taught how to read by our teacher. We read many kinds of book, one of them is a story book.  We were so interested in reading a story book. After that, we wanted to try to write a story whatever we want. So, we've learned how to write. That's what an exactly true progress in learning language.

To be able to speak English, we must practice it little by little by ourselves. Then ask to your family and friend whether they wanna to join in. Sooner or later, our English skill is increased by practicing. For example, we can start from the basic conversation.
Siti : Hi Alsy, how are you? long time no see
Alsy : Hi Siti, Alhamdulillah, Zein, I'm fine. What about you sis?
Siti : Yeah me too, Alhamdulillah^^ Hmm.. this is a nice day, isn't it?
Alsy : Yeah I think so. The weather is very fresh today. Let's have a jogging around the square town!
Siti : Good idea! Then, we can go to library...
Alsy : Alright! Let's go.

Learning English is not always to read the book. We can watch an English movie anytime. Our listening skill can be built by watching TV Program in English too. Besides, it's fun to play English game, such as scrabble and all games in English. This can be built or vocabulary. Vocabulary is an important thing too. Be diligent to memorize some verbs day by day... so you have a new word. We can test how good our listening by listening to the English song, then write on a piece of paper about everything that you can hear from that song. After that, check it to the internet by searching the song lyric... wakatta? :D

Keep practicing! ;)

Let's Speak English!!

Author : Alsy Taqiya Comments : 1

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Yeayy...Ramadhan Mubarak to all Moslem! ^O^)/
Menjelang bulan Ramadhan, perasaan itu kembali lagi. Setiap jalan-jalan pagi, ku dengar rumah per rumah melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Ditambah suasana masjid-masjid yang tadarusan sepanjang waktu, dan banyak kegiatan tholabul ilmi di majelis-majelis, pastinya juga taraweeh~ Yaa... Di bulan ini yang diwajibkan bagi orang yang beriman untuk berpuasa, sebagai yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam surat Al-Baqarah:183. Puasa ini bertujuan untuk menjadikan orang bertaqwa, dan meluruskan kembali sehat jasmani, maupun rohani. Di tambah yang maknyuss lagi, cao, blewah, kurma ada dimana-mana..xD Berikut tholabul ilmi yang saya dapat di Masjid Agung Baitussalam Magetan, di sekolah saat pondok, dan di Surya Graha pada bulan suci ini. Hopefully, it's useful! ^^

Tholabul Ilmi~ During Ramadhan 1436 H

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
-Diunduh dari : www.mjms.net -


Story By : Alsy Taqiya H.
Happy Reading ! :)

"Teng! Teng!" sekolah hari ini telah berakhir. Semua murid kelas 8 keluar kelas. Di tengah keramaian orang, terdengarlah suara Roy dari kerumunan orang-orang. "Ke rumahku, yuk! Saudaraku datang ke rumah, dan kami akan merayakan pencalonanku sebagai kapten bola basket."
"Aku harus ke rumah dulu," jawab Faiz. "Ayah selalu menginginkanku untuk makan malam bersama, tapi aku akan ke rumahmu nanti."
"Oke!"

Faiz dengan cepatnya naik ke dalam bus, duduk di bagian paling belakang, dan memulai untuk mengerjakan PR matematikanya. Sesampainya di rumah, rupanya tak ada orang di sana melainkan adik perempuannya yang sedang bermain boneka. Jadi ia hanya duduk di atas sofa dan membaca majalah. Dia masih terpikat dengan artikel tentang hacker yang menjadi topik utama majalah saat ayahnya pulang kerja sore itu. "Hai, nak!" kata ayahnya sambil meletakkan bahan makanan di atas meja dapur.

Faiz segera ke dapur untuk menyiapkan makan malam. "Ayah, boleh nggak aku nanti malam ke rumah Roy?" tanyanya, sambil mengatur waktu microwave.
"Tentu," balas ayahnya. "Ayah mau mengantarkan adikmu ke bioskop nanti. Ayah akan menurunkanmu di jalan dan menjemputmu pulang ke rumah."
"Terima kasih, ayah!"

Setelah makan malam, Faiz memakai baju yang bersih dan menemukan Trivia game barunya di atas lemari. Roy suka mainan ini, jadi Faiz mau membawanya agar membuat suasana nanti menyenangkan.

Ketika Faiz tiba di rumah Roy, ia menemukan temannya bersama saudaranya yang asyik duduk di sekitar halaman belakang rumah. "Mau main trivia?" tanya Faiz.
"Nggak," jawab Roy celetus. "Rizal dan Dimas nggak suka main permainan papan. Kemarilah, duduk dan lihat lembaran jawaban tes Matematika minggu depan yang ku punya. Kemarin Pak Budi tidak sengaja meninggalkan lembaran itu di atas printer di lab komputer, dan aku sangat beruntung menemukannya sebelum orang lain duluan."

Faiz terkejut. "Apa yang kau pikirkan, Roy? Jangan curang!"
"Ku lakukan sekarang!" kata Roy dengan suara keras. Ia menoleh ke saudaranya untuk melihat apakah mereka cukup terkesan. "Itu akan menjadi sangat mudah. Ayolah... gak masalah besar, kok !"
Tetapi Faiz tidak punya maksud untuk curang. "Kau pasti bergurau!" katanya. "Setelah semua yang telah kita pelajari tentang akibat curang, menyebut fakta bahwa itu tak pantas, mengapa di bumi ini kau mau melakukannya? Doushite?!"

Faiz merasa sangat tidak nyaman. Ia tidak ingin semua dilakukan dengan curang. Dia akan merasa bersalah jika ikut-ikut memegang curian jawaban. Seakan-akan, ia seperti merasa sakit yang selalu ia rasakan di perutnya ketika suara hatinya mulai berkata.
"Hey teman-teman! aku mau melakukan sesuatu ," kata Faiz dengan canggungnya sambil cepat-cepat berbalik badan dan buru-buru kembali lewat dapur Roy.

Roy melihat ke saudaranya lagi dan mengangkat bahu ketika Faiz segera menelpon ayahnya. "Ayah, aku sangatlah tak mau mengganggumu keluar malam, tetapi ayah bisa datang dan jemput aku sekarang?" bisik Faiz pada penerima telepon. "Semua tidak baik di sini." Ayah Faiz terkejut tetapi ia tidak merasa ragu untuk menolongnya.

Faiz duduk di depan serambi Roy untuk menunggu jemputan ayahnya. Ketika ia menunggu, ia berharap Roy khawatir dimana ia, datang, dan bicara dengannya, tetapi kenyataannnya tidak. Faiz merasa sangat bingung. "Bagaimana bisa cowok seperti Roy mau curang?" pikirnya. "Ia seorang pemimpin di sekolah, dan orang-orang menyeganinya. Dia butuh untuk melakukan hal yang benar."

Kelak malam itu, setelah sampai di rumah, Faiz berbaring gelisah di atas tempat tidurnya. "Tok ! Tok ! Tok !" ayah mengetuk pintu kamarnya. "Boleh ayah bicara, nak?" mintanya. Martin bangun dan ayahnya masuk dan duduk di samping tempat tidur. Suasana malam itu diam canggung seperti nampaknya sudah satu jam. Sang ayah bertanya, "Apa kau ingin menceritakan ayah tentang kejadian tadi?"

"Aku sangat marah pada Roy, Ayah," kata Faiz. "Kupikir aku benar-benar mengenalnya, tapi sekarang ia bertingkah aneh dan tiba-tiba ingin main curang pada ulangan besok. Kenapa ia melakukan yang seperti itu? Ia akan dicalonkan menjadi kapten basket, tetapi jika semua orang tahu ia curang, dia akan dikeluarkan dari tim sekaligus!" Faiz menceritakan ayahnya tentang jawaban tes matematika yang diperlihatkan oleh Roy tadi.

"Hmm... aku sangat heran," sangka ayah Faiz. "Aku selalu mengenal Roy sebagai anak yang bijaksana, tanggung jawab, dan laki-laki yang adil. Dia selalu menjadi pemimpin yang baik di lapangan maupun di kelas. Tidakkah ia ketua kelasmu tahun lalu? Apakah kamu mengira Roy dapat merasa terbebani?  Terkadang orang-orang melakukan kecurangan saat mereka tidak berpengetahuan cukup atau tidak punya waktu cukup untuk belajar."

"Aku tidak peduli jika ia terbebani!," teriak Faiz naik darah. "Aku tidak berkata bahwa ia harus perfect, tetapi semua orang menyeganinya. Dia telah mencontohkan hal yang buruk."
"Kau sepenuhnya benar, anakku. No one is perfect, isn't it? Tetapi ia mungkin merasa frustasi atau keraguan diri, namun ia harus mendapatkan bimbingan matematika atau belajar lebih banyak dengamu, tidak mengambil jalan keluar yang mudah. Seorang pemimpin harus selalu mempunyai keberanian untuk mengambil jalan yang benar. Roy seharusnya mengambil beberapa pelajaran dalam kepemimpinan darimu."

"Aku? Aku tidak bisa memimpin orang! Orang-orang tidak mendengarkanku, Ayah..." jawab Faiz.
"Mungkin kau boleh berpikir orang-orang tidak mendengarmu, tetapi mereka melihatmu. Memimpin dengan contoh teladan yang baik dapat sungguh berpengaruh pada teman sebayamu. Jika Roy bisa melakukan itu, pasti kau juga, nak."  Ayah Faiz menepuk bahunya, dalam gerak-gerik dorongan semangat.

Faiz mulai merenungkan kata-kata ayahnya. Kata-kata itu membuatnya banyak pengertian.
"Kau selalu mendengarkan suara hatimu seperti yang kau lakukan malam ini saat kau menolak curang dengan Roy," lanjut ayahnya sambil tersenyum dengan bagganya. "Kau punya keteguhan hati  untuk melakukan apa yang benar, dan kau tidak takut untuk melakukan kebenaran meski hanya sendiri. Kau punya ketangguhan, dan sifat itu sangatlah penting bagi pemimpin yang baik."
"Bagaimana dengan Roy?" tanya Faiz sambil menunjukkan muka yang serius. "Bagaimana aku dapat membantunya untuk kembali ke jejak yang baik?"
"Kau dapat mempengaruhinya dengan menjadi temannya. Stay true to yourself, dan memasang teladan yang unggul. Ketika dia sudah siap untuk mempertimbangkan kembali aksinya, dia akan melakukan hal yang benar."

Faiz merasa mengantuk malam itu dengan hatinya yang lebih terang. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa besok pagi dia akan mencoba untuk meyakinkan Roy untuk membuang jauh-jauh jawaban yang telah dicuri dan mengajaknya untuk belajar bersama untuk tes matematika yang akan mendatang. Mungkin ia tidak dapat memimpin orang, tetapi ada kesempatan yang sangat bagus untuk memimpin temannya untuk melakukan apa yang benar. ^_^

Memimpin dengan Contoh

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
so I'm one of those people that feels like absulotely no one in this entire insane world understand me one miniscule bit. and sometimes it's really frustating. The only thing I think that gets me is my pencil, paper, and the poetic stanzas that are created by them.  and i feel soooooooooooooo bored that everything's changed. YEAH changed. May be , i'm the only boring person in this world. :(  But Dear Allah, I know you watch me. forgive me :'( give me a better way ~

bored?!

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
My Sweetheart Left Behind In Bali 

“Konnichiwa, sekai ! - Hello, world!”
Waktu itu pagi hari habis shalat subuh. Udara pagi terasa dingin dan sejuk setelah tetesan hujan turun tadi malam. Ku buka jendela kamarku. Terlukiskan birunya langit dan hangatnya mentari di pagi hari. Kicauan burung yang girang pun membuatku semangat untuk menghadapi perjalanan study tour SMPN 1 Magetanku yang tecinta ini ke Bali. Momen ini berbeda dengan sebelumnya, karena kali ini dengan teman-teman, yang so pasti, lebih seru dan menarik.

“Yosh ! I’m ready to go!” Hari itu hari Rabu, 11 Maret 2015. Tepat pukul 9:45 pagi aku berada di depan PPI Magetan. Semua merasa senang namun juga ada yang sedih, karena mereka harus berpisah dengan keluarga untuk sementara. Pelukan ibu memanglah hangat dan tak ada seakrab pelukan kecuali pelukannya. Segeralah ku langkahkan kakiku menuju bus 6 dan duduk manis di urutan ke empat sebelah kanan dengan Siti. Kelompokku beranggotakan Siti, Anisya, Rizka, Alsy yang duduk sederet di bus. Sebelum bus berangkat, Pak Yuli mengawalinya dengan memimpin berdo’a bersama agar semua selamat dan perjalanan lancar. Setelah semua siap, tepat pukul 11:00 bus berangkat. “Ow yeah! GO GO Bali GO!!” Perjalanan berlangsung dengan baik. Di dalam bus, ku nikmati pemandangan alam sepanjang jalan sambil ngemil dan mendengarkan musik lewat earphoneku. Melalui kaca bus, terlukislah kehidupan manusia. Ada yang senang, ada pula yang sedih. Roda terus berputar diiringi dengan waktu. Yah.. memang begitulah hidup. Waktu itu, perjalanan melewati beberapa kabupaten, di antaranya Magetan, Madiun, dan Nganjuk. Di Nganjuk, bus berhenti pukul 13:30 untuk menunaikan ibadah dan makan. Setelah itu, tepat pukul 14:00 bus berangkat lagi meneruskan perjalanannya. Tiba di Jombang pukul 14:30, di Mojokerto pukul 15:45, dan di Pasuruan pukul 17:30. Matahari tenggelam dan langit menjadi redup di Probolinggo pukul 18:30. Bus berhenti untuk menunaikan ibadah dan makan malam di RM Tongas Asri hingga pukul 19:40.


Setelah makan malam menjadi hal yang seru ketika teman-teman dari bus lain bercerita tentang leluconnya sepanjang perjalanan. Tak lupa, kami berfoto-foto di depan restoran tersebut.

Setelah itu, bus mulai melanjutkan perjalanannya lagi. Tiba di Situbondo kira-kira pukul 21:50 dan akhirnya tiba di Banyuwangi sekitar pukul 1:30 di hari keesokannya, Kamis, 12 Maret 2015. Semua menyebrang dari pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk dengan feri di kota yang dijuluki dengan julukan The Sunrice of Java ini. Pelabuhan Ketapang tersebut terletak di Desa Ketapang, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali via perhubungan laut (Selat Bali). Di kapal feri, pemandangan laut dengan kapal-kapal dan lampu yang menyala di malam hari sangatlah indah. Ku ambil kamera dari tas kecilku.


Bagaikan malam yang ditaburi bintang-bintang di atas lautan biru. Keindahan malam itu berubah menjadi canggung ketika ku bertemu dengannya. Semakin tak menjadi diri ini ketika dia melihat kearahku. “Oh God.. what must I do now??” Jadi, ku berpura-pura tak tahu dan membiarkan kata-kata tak terucap satu pun. Ku pandangi lagi lautan yang membentuk bias cahaya kemilauan di permukaan air laut dari lampu-lampu kapal itu di malam hari. Saking gelapnya, ada temanku yang tak percaya bahwa kapal telah bergerak! LOL. Tak kurasa, sekitar 30 menit kemudian, rombongan SMPN 1 Magetanku yang tercinta ini telah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali sekitar pukul 2 pagi. Alhamdulillah! ^^




Ow yeahh! Bus sudah tiba di Tanah Lot sekitar jam 5. Tanah Lot ini terletak di Beraban, Selemadeg Timur, Tabanan, Bali. Sesampainya di sana, banyak yang langsung mengantri mandi dan melaksanakan shalat. Waktu itu, setiap siswa diwajibkan memakai kaos kelas agar terlihat kompak di kamera. Keindahan panorama Tanah Lot memang tidak bisa dilewatkan untuk momen berfoto.

 

Exotic banget deh, pemandangannya! Di sana ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Selain itu, tak heran ada banyak turis juga yang mengunjungi. Beberapa di antara mereka menunggu sunset di sana yang menciptakan pemandangan dan nuansa romantis. Haha, aku juga berfoto dengan salah satu bule di Tanah Lot.

“Excuse me… Would you like to take a picture with me?” kataku dengan teman-teman yang mulai mendekat.
“Yes, of course.” Kata si bule dengan senyuman yang ramah di bibirnya.
JEPRET! Jepretan Intan sip banget deh. :D
“By the way, where are you from?” kataku sambil meringis.
“I’m from German.”
“Oh wow, Guten Morgen! Nice to meet you… J” kataku seneng banget.
“Ya, Guten Morgen! Nice to meet you tooJ” katanya dengan senyuman lebarnya.^
Setelah puas di Tanah Lot, saatnya sarapan di Agung Bali Tanah Lot. Setelah itu, tempat tujuan ke dua yakni Teman Joger.

Joger terletak di Jalan Raya Kuta, Kuta, Bali. Tempat ini merupakan tempat belanja khusus, karena tidak bercabang layaknya pohon. Kata pemandu wisata di bus 6, nama Joger diambil dari nama pemiliknya sendiri yaitu bapak Joseph Theodorus Wulianadi yang digabung dengan nama sahabatnya Bapak Gerard. Joger ini merupakan tempat pabrik kata-kata lucu, konyol, dan keren. Waktu itu, suasana di dalam panas sekali karena saking banyaknya orang di sana. Namun, berbelanja juga tetap seru dengan kata-kata lucu. Setelah dua jam berbelanja puas di Joger, sampailah tempat tujuan ke-3 yakni ke restoran D’Abian pada pukul 13:20 untuk makan siang dan menunaikan ibadah hingga pukul 14:10.

Selanjutnya, perjalanan di lanjutkan ke Sangeh. Di sepanjang jalan menuju Sangeh, pemandu wisata bercerita tentang nama keluarga Bali. Katanya, keluarga itu bagaikan tangan. Sang ibu bagaikan jari jempol, bapak bagaikan jari kelingking, anak pertama (nama depannya : Putu, Gede atau Wayan) bagaikan jari telunjuk, dan jari lainnya bagaikan anak kedua (nama depannya : Made atau Kadek) dan ketiga (Nyoman, Komang atau Koming). Nama awalan “Ni” untuk perempuan, sedangkan nama awalan “I” untuk laki-laki. Tak terasa, tibalah semua di Sangeh.
Sangeh terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Sangeh ini terkenal dengan monyet-monyet (beruk) yang berkeliaran dengan bebas dan di keramatkan oleh penduduk setempat di sebuah hutan. Di tengah hutan ada pula sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari. Pura ini dibangun oleh Kerajaan Mengwi dan sekarang diserahkan ke penduduk setempat. Kata guide-nya, tangan jangan di masukkan ke sak celana maupun tas begitu saja, karena si monyet akan mengira kita akan memberi makanan padanya. Selain itu, barang-barang elektronik harus dijaga dan apabila monyet itu bertingkah aneh ke kita, kita jangan membalasnya, agar si monyet tidak marah. Hahaha, hal yang paling lucu yang aku lihat yakni saat Yulia Monica (kelas 8B) dinaiki monyet ke punggugnya. *wkwk, piss Yul! XD* Fotonya sempat tertangkap di kameraku :3

Kata guide-nya sih, kalau dinaiki monyet, artinya monyet itu pingin difoto dan sebaiknya jongkok saja. Ihh monyet disana juga pingin narsis ya ternyata!

Teman-teman juga banyak yang memberi kacang ke para monyet. Begitu dilempar, mereka saling rebutan makanan. Haha, lucu deh tingkah monyet di sana! Tetapi, kalau yang ini, Atha (kelas 8G) memberikan kacang pada si monyet tampak tenang-tenang saja. *wkwk, piss prof!*

Setelah dari Sangeh, perjalanan dilanjutkan dengan menuju ke hotel untuk check-in. Banyak yang nggak sabar pingin cepet-cepet sampai ke hotel. Sesampai di hotel, disuruh perwakilan satu anak dari masing-masing kelompok untuk mengambil kunci kamar. Kelompokku mendapat kamar nomor B12 di lantai dua. Segeralah kami menuju kamar tersebut. Di dalam kamar, suasana tampak nyaman. Kami segera bergantian mandi dan shalat. Kami juga menonton tv bersama dan bercerita tentang ini-itu. Setelah itu, kami keluar untuk makan malam di hotel. Terlihatlah sosok antrian panjang bagaikan kereta api yang yang berhenti dan tak lekas jalan, LOL. Aww, memang kami semua agak terlambat. Lalu, kami makan di dalam keheningan malam bersama teman-teman yang membuat malam tersebut menjadi ramai. Bahkan, jam 12 malam malah bertambah ramai di bawah yang ada tempat meja dan kursi. Fiuhh.. betapa lelahnya hari itu. Kami tidur nyenyak. “Jaa.. Oyasumi, minna !”

“RIN! RIN! RIN! Ohayou, Wake Up!”
Pagi itu, Jum’at 13 Maret 2015 terbangunkanlah aku oleh Siti yang rajin. Segeralah ku bangun dengan muka ngantukku. Dia sudah mandi dan akan sholat. Sementara aku dan yang lainnya, masih tertidur pulas *waks*. Segeralah ku mandi, ambil wudhu dan shalat. Kulantunkan ayat suci Al-Qur’an juga. Setelah itu, ku lihat langit biru di dekat tangga depan kamar yang mulai menampakkan dirinya. Di sana-sini, awan bergumpal lembut. Sinar matahari menyeruak ke bumi. Dunia tidak lagi monokromatik setelah hitam langit dan putihnya bintang di angkasa, namun menampakkan warna-warni indah alamiahnya. Angan-anganku menuju ke tempat pantai yang nantinya dijumpai lagi. “It must be a beautiful day today!”

Kegiatan diawali dengan sarapan di hotel. Sebelum sarapan, kami diajak salah satu petugas untuk berfoto dengan gadis Bali bernama mbok Dayu. Yep, kali ini kami tak berada di gerbong akhir kereta lagi untuk mengantri. Antrian berlangsung dengan cepat dan.. yap! kami pun duduk. Setelah makan, kami mengambil gantungan yang dalamnya ada foto dengan gadis Bali tersebut yang dipampang dan ternyata dijual. *ada aja, cara orang mencari uang. Waks :v* Setelah itu, mulailah wisata lagi jam 8 pagi. Kali ini, tujuan pertama yakni Tanjung Kata sang guide, dulu tanjung benoa dijadikan sebagai pembudidayaan bengkoang dan tempat orang berjinah. Tanjung Benoa terletak di Bali Selatan, dan bercerita tentang budaya Bali galungan dan kuningan, yang diadakan 210 hari sekali. Ia bercerita bahwa masyarakat membuat benjor yang diletakkan di depan rumah, 10 hari setelah hari raya galungan, yakni kuningan. Ia juga menambahkan upacara adat di Bali dengan panjangnya yang membuat teman-teman mengantuk di bus. Namun, begitu akan melewati jalan tol di atas laut, sang pemandu wisata berkata pada kami semua untuk tidak tidur, karena ingin melewati jalan underpass dan jalan tol di atas laut. Ia juga menambahkan bahwa jalan underpass terletak di jalan Sunset Road, Desa Kute, yang merupakan desa terkenal di dunia. Selain itu, kami juga melewati patung Dewi Ruci. Kami pun yang tadinya mengantuk berubah menjadi terkesima dan terheran-heran dengan adanya jalan tol di atas permukaan laut.

Banyak teman kami yang merekam video maupun memfoto sepanjang jalan tol tersebut. Sang guide menambahkan bahwa Jalan Tol Bali Mandara ini menghubungkan Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. Jalan tol ini memiliki panjang total 12,7 km dan sebagian besar berada di atas laut. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 September 2013 di Bali. Sang pemandu wisata memberitahu jikalau ingin ke Pulau Penyu, harus naik kapal boat yang isinya setiap perahu ada 10 orang. Setiap anak membayar Rp. 50.000,00. Jadi, ia mendaftar murid-murid yang ingin mendaftar. Tak terasa, kita semua sudah sampai di Tanjung Benoa. Sampai di Tanjung Benoa, doki-doki!!! Hatiku merasa deg-degan ketika ku bertemu dengannya. Senyumannya terpancar jelas ke arah ku, membuatku salah tingkah dan bertingkah layaknya orang aneh dan bingung mau apa. He drove me crazy, and I didn’t know what to do ! Segeralah sang pemandu wisata mengelompokkan anak yang sudah berkelompok 10 orang dan memilih kapal boat. Naiklah kami semua, Alsy (8L), Siti (8J), Anisya (8J), Rizka (8J), Sukrotin (8K), Reza (8J), Putri (8L), Fitri (8L), Jesica (8D), dan Putri (8H) ke kapal boat. 

Perjalanan menuju Pulau Penyu asyiiiik banget! Cipratan air laut menyiprat ke arah wajah kami dan asinnya air laut kami rasakan. Saat di tengah laut, kapal berhenti untuk memberi makan ikan. *Aaaaaaaaaa!!!* teriakan kami keras sekali campur aduk dengan ketakutan saat kapalnya miring seperti akan terguling karena ombak yang besar. Tetapi yokatta, kapal yang kami naiki tidak terguling. Keasyikan di kapal boat tersebut, bisa dilihat di youtube looh.. :D ini dia link-nya hehe! http://youtu.be/892X5izXHMI.

Welcome To Deluang Sari!
Sebuah banner berukuran jumbo menyambut kedatangan kami di Pulau Penyu. Kami melihat beberapa hewan unik di sana, setelah membayar Rp5.000,00 per anak. Wow, banyak banget turis Chinanya! Mereka terlihat kagum sekali dengan penyu yang sangat besar. Di sana, terdapat penangkaran penyu baik yang besar maupun yang kecil. 

Rasa kegelian di tangan kami rasakan saat kita mengangkat penyu tersebut. Lumayan berat, sih. Tetapi jangan khawatir guys, penyu tersebut ramah kok.




Setelah puas melihat penyu, kami melihat hewan lain, yakni burung rangkok.


Wihh.. burung itu bisa di pegang loo… Burung yang berwarna hitam, berkepala coklat, dan berparuh besar itu nampak tenang-tenang saja kok. Burung itu juga termasuk satwa yang dilindungi agar tidak punah.

Setelah itu, kami melihat ular yang sangat besar dan panjang. Hiii , malah banyak orang China yang berani mengalungkan ular itu ke lehernya. Memang tidak menggigit, sih… Aku aja yang cuma pegang leher ular rasanya sudah geliii … Tau nggak teman-teman, ibu guru kita Bu Nuvie berani mengalungkan ular itu di lehernya loo…

Setelah melihat ular, kami melihat burung Elang yang kali ini kakinya diranting. Elang ini termasuk jenis elang laut yang sudah dijinakkan. Paruhnya panjang, hitam, dan runcing. Kuku kakinya panjang dan runcing. Warna bulunya yang putih dan coklat, menarik orang yang melihatnya untuk berfoto.

Setelah itu, kami dipanggil oleh petugas yang di kapal boat tadi untuk kembali ke dermaga karena waktunya sudah habis dan sudah ditunggu lama sama teman-teman, haha. Yaahh.. kami jadi tidak bisa melihat kelelawar, monyet, sama burung kakak tua, nih! (•﹏•) Kami pun menumpangi kapal boat yang mengantar kami sebelumnya. Setelah kembali, teman-teman pada menggerutu karena sudah menunggu lama di kapal. *wkwk, piss* La masak cepat-cepat kembali sih? Kan nggak seruuu.. kataku pada mereka sambil merasa bersalah. Tetapi lama-kelamaan, kami baikan lagi, kok. ^^ Setelah itu, kami kembali ke tepian Tanjung Benoa lagi. Di sana, aku dengan kelompokku bermain tulis-tulisan di pasir pantai dan berfoto. Rasa doki-doki itu terulang kembali saat ku bertemu dengannya lagi. Burung-burung tetap berterbangan pada cuaca yang sangat panas, memberi isyarat bahwa aku tidak perlu deg-degan karena ada mereka yang menemaniku, hehe. Setelah itu, kami makan siang di restoran terbuka kecil yang juga dekat dari pantai. Desakan orang-orang di sana membuat kami merasa semakin panas karena tempat itu terlalu kecil untuk orang banyak.
Setelah makan siang, kami kembali ke bus. Kali ini perjalanan dilanjutkan ke Masjid Agung Ibnu Batutah di Puja Mandala untuk melaksanakan shalat Jum’at bagi laki-laki yang beragama Islam. Adapun yang perempuan juga melakukan shalat dhuhur di sana. Puja Mandala adalah sebuah kompleks tempat bangunan peribadatan indah di kawasan Nusa Dua, Desa Balui, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. Lokasi Puja Mandala berada di tepi kanan jalan arah menuju Hotel STP (Sekolah Tinggi Pariwisata).

Bangunan Masjid Agung Ibnu Batutah yang kami kunjungi ini berada pada bagian paling kiri, beratap tumpang susun, dan merupakan khas bangunan Masjid Jawa. Ibnu Batutah adalah pengembara Maroko dengan catatan perjalanan dunia terlengkap dari abad ke-14, melintasi jarak 120.000 km sepanjang dunia kaum Muslim, mencakup 44 negara modern. Selain masjid, di sana juga terdapat Bangunan Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, tepat di sebelah Masjid Agung Ibnu Batutah, dengan menara tunggal, dinding depan gevel mengikuti bentuk atap dan bagian belakang atap tumpang. Selain itu, juga terdapat bangunan Wihara Budhina Guna Puja Mandala dengan ornamen cantik berwarna putih dan keemasan. Di sebelahnya terdapat bangunan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa dengan sentuhan ornamen lokal cukup kental. Nah, dibangunnya Puja Mandala ini menjadi simbol pentingnya kedekatan antar umat beragama, setidaknya secara fisik, agar hidup berdampingan tanpa saling mengganggu. Setelah shalat di Puja Mandala, rombongan SMPN 1 Magetan yang tersayang ini melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa. Pantai yang dijuluki dengan Pantai Rahasia (Secret Beach) ini terletak di balik perbukitan area Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Kata sang pemandu wisata bus 6, dulu Pantai Pandawa dijadikan tempat untuk memelihara rumput laut, tetapi karena pemandangannya yang very-very exotic, maka pantai ini dijadikan sebagai obyek wisata.Setelah itu, aku pun tertidur karena perjalanannya yang sangat jauh.

“Wake up Alsy, we arrived at Pandawa beach. I must drop you here!”
Tepukan Siti di lengan membangunkanku yang tengah asyik tertidur di dalam bus dengan jaket pink tebal kesayanganku. Aku melirik ke jendela bus sembari berusaha mengembalikan semua rasa awas indraku. Sepanjang perjalanan, aku benar-benar terlelap hingga tidak menyadari telah sampai di secret beach. Dua tebing yang sangat besar dan tertata menjadikanku dan teman-teman lainnya terkagum-kagum dengan keindahan pantai ini. Salah satu tebing itu dipahat lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penejasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sahadewa. Setelah itu, bus berparkiran di depan tulisan “Pantai Pandawa” yang terukir di tebing tersebut.

Lalu, kami menuju tepi pantai yang berpasirkan putih tersebut. Getaran hati yang digempur oleh angin dan ombak Pantai Pandawa membuat kami semakin menikmati keindahan secret beach. Kami dan teman-teman lain berlompatan ketika ombak menerjang ke arah kami. Ya-yaa, dan of course, celana kami basah. Betapa menyenangkannya momen itu. Keasyikan momen itu membuat kami mengabadikannya dengan berfoto.





Rasanya, kalau cuma berdiam di satu tempat, nggak seru. Jadi kami berjalan terus di tepi pantai. Kunyanyikan lagu “To The Sky” dan “Across The Universe” yang cocok dimomen saat itu. Ku gemakan puisiku “At The Beach.” Ya, “how small I seem to be walking at the extremely big wide beach is. And how I feel so alone standing amidst the infinite expanse of the ocean….” Ku tatap langit yang terbuka, ku rasakan hangatnya air, dan ku tatap birunya air.. hmm begitu deh rasanya kalau di pantai itu. It’s Something! ヾ(=^▽^=)ノ

Terdengarlah sebuah pengumuman bagi rombongan SMPN 1 Magetan diharuskan segera kembali ke masing-masing bus. Kami pun kembali ke bus 6. Taraa!! Kami dapat omelan lagi karena masuk terakhir. Aaaa minna-san, gomennasai!! Kami pun merasa bersalah dan segera kembali ke tempat duduk. Hyuuff… namun suasana kembali seperti semula, kok hehe.^^ NEXT! Go Go GWK Cutural Park Go !!

Jam 15:20 sampailah kami semua. By the way, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter. Patung GWK akan dinobatkan sebagai patung tertinggi lo, setelah sudah jadi pembangunannya… Untuk melihat patung GWKnya diharuskan naik tangga yang jumlahnya banyak banget ..T.T Pemandangan indah berupa air mancur di GWK juga bagus, loo… Waktu itu, ternyata ada Iwan Fals dkk lo, dengan peralatan musiknya yang latihan di depannya patung GWK yang setengah badan sudah jadi tersebut. Tetapi waktu itu aku nggak sadar kalau itu Iwan Fals, setelah cari di internet, ternyata benar!! -_- haha. Selain melihat patung GWK, kami juga melihat tarian tradisional Bali.. ya seperti ada ogoh-ogohnya gitu deh, sama ceritanya tu menceritakan tentang apa gitu… *maaf, kali ini saya lupa* Setelah berada di GWK, Jeng-jeng!! Rombongan dari my beloved Junior High School 1 Magetan melanjutkan perjalanan… Guess what??!

Kute Beach, here I come !!!
Sampailah aku dan teman kamarku di Pantai Kute setelah menaiki mini-bus full AC alami, *waks :v * yang dinaiki setelah bus parkir di Central Park. Pantai yang dijuluki Pantai Matahari Tenggelam (Sunset Beach) ini terletak di Kecamatan Badung, di selatannya Pulau Dewata. Sesuai dengan nama julukannya, kami semua ke sana untuk melihat sunset. But how pity! Matahari tenggelam di sana tidaklah sempurna karena tertutup oleh kapasan awan. Meskipun begitu, matahari bersinar dengan hangatnya di sore yang menjelang gelap ini sehangat hatiku ketika melihatnya. I met him over and over.. I won’t forget when he smiled on me ! Kehangatan mentari itu disambut baik dengan aku dan teman-temanku yang tampak girang di kamera. Kami berloncatan, bergandengan tangan, dan tertawa haru saat hasil foto tidak pas dengan ekspresi loncat kami.






Hari semakin petang. Burung-burung beterbangan. Mentari tampak ingin menyembunyikan warnanya. Sebentar lagi, munculah warna monoton malam hari. Tibalah waktu kami untuk kembali ke mini bus. Kami menempati mini bus dengan teman-teman yang gokil abizz. Mereka bercerita tentang bagaimana mereka ingin berfoto dengan turis. “Sir, cekrek-cekrek” dengan bahasa tangan yang layaknya memegang sebuah kamera. Haha cerita itu benar-benar lucu. Mereka pun terlihat kompak dan ramai. Mereka juga menyapa turis-turis sepanjang jalan. “Hello… hi… miss, sir” dan para turis pun menjawab “Ow yeah, hello.. hola !” dengan senyum ramah dan tak jarang pula senyum aneh karena melihat tingkahe kami yang aneh. Tak terasa, kembalilah kami di Central Park dan masuk ke bus masing-masing. Setelah itu, tujuan kami selanjutnya yakni Khrisna untuk makan malam dan belanja. Suasana makan malam berlangsung asyik saat guru PKN kita yang bernama Pak Toni menyanyikan sebuah lagu sambil bermain keyboard. Setelah itu, aku dan kelompokku belanja bersama. Kami membeli kaos yang bertuliskan kata-kata keren. Setelah berbelanja, semua rombongan SMPN 1 Magetan akhirnya meneruskan perjalanan untuk kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, aku dan kelompokku mengantri mandi, shalat, dan akhirnya istirahat. “Kriing!!” suara hp berbunyi dan ku angkat telepon dari tanteku yang juga tinggal di Denpasar. Ia ingin menemuiku dan sudah menungguku di depan hotel. Segeralah ku datang dengan Siti menyambutnya dengan pelukan hangat yang sudah lama tak kami rasakan. Ia datang dengan membawa oleh-oleh Salak Bali. Aku diberi uang jajan *hehe, lumayan lah!* Aku pun senang dapat bertemu dengannya lagi di malam itu. Setelah cukup lama berbincang, akhirnya aku dan Siti kembali ke kamar kami dan istirahat bersama teman-teman lain. Fyuuh… what a tired but great day today! Jaa… oyasumi !! *Zzzzzzzzz* ( ’ ヮ’)ノ

Waktu telah berganti pagi di hari Sabtu, 14 Maret 2015. Hmm.. hari ini adalah hari terakhir kami semua di Bali. Ku sambut hari itu dengan girang bersama teman-teman yang sedikit gelisah karena akan meninggalkan ruang B12 itu. Segeralah kami mengantri mandi dan shalat. Tak lupa, kami juga menonoton TV bersama. Kami masukkan barang-barang kami ke koper dan merapikan kamar. Setelah itu, langkahan kaki kami menuju ke luar kamar… dan… “KLAP!” Pintu kami kunci. Lalu, kami menuju ke samping bus untuk menyerahkan barang bawaan kepada biro bus. Setelah itu, kami makan pagi di tempat makan hotel dan menikmati pemandangan sekitar hotel untuk terakhir kalinya. Kemudian setelah rombongan SMPN 1 Magetan telah siap, kami semua melanjutkan perjalanan ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali, atau yang dikenal dengan istilah “Bajar Sandi”. Monumen yang didirikan karena adanya perang puputan ini terletak di Jl. Raya Puputan MTI Mandala Remon di Denpasar. Hmmm… memasuki kawasan, terlihatlah sebuah monumen yang menjulang tinggi ke angkasa. Bangunan monumen ini seperti tanggal kemerdekaan lo, yakni 7 anak tangga, 8 tiang, dan tinggi 45 meter. Monumen ini pun diresmikan oleh ibu Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2013.

Di sekitar monumen terdapat air mancur dan taman yang tertata rapi dan sangat indah. Setelah itu, kami memasuki bangunan monumen itu. Di dalamnya terdapat banyak ukiran khas Bali. Lalu kami menaiki tangga yang berkapetkan merah tersebut. Tangga itu berkelok-kelok dan panjang sampai menuju bangunan atas. Di atas terlihat pemandangan yang sangat indah. Kami juga menemui banyak pelajar dari berbagai sekolah yang berkunjung. Kami pun bertemu dengan bapak ibu guru di atas dan menyempatkan foto di bagian atas bangunan.

Setelah berkeliling dan melihat-lihat, kami kembali ke bus. Nah, untuk kali ini kami akan meneruskan perjalanan ke Pasar Seni Sukowati. Kata sang pemandu wisata, pada jam yang sangat pagi, harga di sana sangat murah karena kepercayaan orang Bali, jika pada saat baru buka dagangan langsung dapat terjual, maka akan memperlaris barang dagangan mereka. Namun, setelah menjelang siang, harga meningkat tajam. Jadi, di sana kami diberi tahu untuk pintar-pintarnya menawar. Pasar Seni Sukowati ini berdapat di Desa Sukawati Kabupaten Gianyar, Bali. Pasar ini menjual heberbagai kerajinan seni khas Bali seperti sandal manik-manik, pakaian, tas, lukisan, patung kayu dan lain-lain. Pasar ini berdiri sekitar tahun 1980an dan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WITA. Aku dan kelompokku berkeliling dan membeli baju dan celana. Setelah puas dengan belanjaan kami, kami kembali ke bus. Terdengar suara teman-teman yang mengoceh karena harga yang ia tawar terlalu kecil, sedangkan yang lainnya membeli barang tersebut dengan harga yang jauh murah. Yahh.. begitulah, kan kata pemandu harus pintar-pintarnya nawar… Hmmm.. tapi aku juga sih, menawar celana Alladin yang seharusnya bisa satu celana Rp25.000,00 seperti apa yang ditawarkan Fitri, yang ku tawar malah satu celana Rp35.000,00. Pfffftt… That’s very terrible! Haha, jadikan pengalaman aja deh ^^. NEXT! Bergeraklah bus 6 menuju KBC/Cening Ayu yang berlokasi di Jl. Raya Celuk No. 6X, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Sesampai di sana, kami belanja makanan khas bali, di antaranya yang terkenal adalah Pie Susu. Setelah berbelanja, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang. Setelah itu, shalat di ruangan kecil yang disediakan. Karena ruangan yang kecil, menunggu pun juga lama dan berdesakan. Okay then, after it we came back to the bus, and… GO GO HOME GOOOOOO!!

Don’t you miss home, though?
Di perjalanan aku dan Siti mengingat-ingat kegiatan selama di Bali untuk laporan ini loo yang sedang Anda baca sekarang, hehehe. Kami pun asyik ngemil dan menikmati pemandangan dari jendela bus. Yah.. kami merasa sedih untuk harus meninggalkan Bali. Yap, my sweetheart left behind in Bali. Kami tak merasa homesick sekaligus. Kami enjoy banget hari-hari di Bali. Karena bagi kami, rumah adalah tempat hati berada, yang wherever and whenever setiap perasaan menjadi senang. Namun, bukan berarti kami tidak merindukan ayah ibu kami serta kakak kami yang tercinta. Tak lama kemudian, wowwww pemandangan di perjalanan dikejutkan oleh pantai yang sangat panjang. Ombaknya yang tenang membuat pikiran kami merasa lebih nyaman setelah memikirkan ayah ibu kami. Melihat pantai tersebut, rasanya aku teringat dengan lagunya The Beatles “Across The Universe.” Dengan lantunan mendalam, ku bisikkan kebesaran Allah yang telah menciptakan alam ini dengan indahnya. “Pools of sorrow, waves of joy are drifting through my opened mind. Possessing and caressing me….”
Setelah itu, kami menghabiskan perjalanan pulang dengan tidur. Kami capek. Sekitar satu jam kemudian, kami sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali untuk menyeberang kembali ke pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Hmm.. waktu itu cuaca mendung. Di kapal, aku hanya melihat pulau Bali yang semakin lama semakin menjauh dari di mana ku berdiri. Pulau tersebut juga ditutupi kabut yang semakin tebal. “Tik… tik… tik… ” turunlah hujan dari langit yang membuat hatiku semakin suram di tengah lautan Bali yang luas. Aku dan teman-teman duduk untuk menunggu tibanya di Banyuwangi. Tak terasa, sekitar setengah jam kemudian kami sampai di kota yang dijuluki The Sunrice of Java ini. Kami pun segera masuk ke bus. Hari itu semakin gelap. Matahari telah menyembunyikan cahayanya yang indah. Dunia monoton pun juga semakin terlihat. So, don’t lose hope. When the sun goes down, the star comes out…

Di perjalanan, seperti tadi, aku dan teman-teman pada asyik ngemil, bercerita, dan tidur. Bagaimana tidak, momen-momen di Bali menjadikan kami tak ujung bercerita. Seperti jalan yang tak ujung batasnya, hehe. Beberapa jam kemudian, bus berhenti di rumah makan untuk makan malam dan shalat. Kemudian kami semua meneruskan perjalanan ke rumah. Ooohh I miss you, Mooom Daaad !!
Kami pun terlelap di gelapnya malam sepanjang jalan. Beberapa jam kemudian, bus berhenti di Bondowoso, tepatnya di toko oleh-oleh tape dan kerupuk khas sana. Namun, aku dan Siti serasa malas turun karena hari yang gelap dan masih ingin melanjutkan mimpi kami… wkwkwk. Serasa cepat deh perjalanan pulangnya karena kami yang terlelap dan mungkin kendaraan yang lebih jarang dari pada di siang hari. Karena kami terlelap, jadi tak ada cerita lagi yang kami sampaikan.
Tibalah kami di kota Magetan yang tercinta ini pada keesokan harinya, sekitar jam 5 pagi. Magetan….. Here I come!!!! Sebelum bus sampai di depan GOR Ki Mageti, kami semua menghubungi orang tua untuk dijemput. Lalu, kami menunggu di depan bangunan itu. Tak lama kemudian, ada sosok pancaran cahaya mobil hitam yang tak asing ku kenal. Papaa!!!! Datanglah ayahku tercinta. Sementara itu, Siti sendiri dijemput kakak tercintanya. Kami berdua terpisah. Sesampainya di rumah, capek dan letih kami tentunya menjadi hilang setelah bertemu dengan keluarga kami. Mereka menanyakan pengalaman kami selama di Bali. Segeralah kami shalat subuh dan bersyukur pada Allah SWT, yang telah memberikan kami, guru-guru, dan teman-teman keselamatan di perjalanan.

GALERI FOTO


 

                 With :  Asa, the cute ELFASA girl

With : Bulan-chan ~ With : Siti ^^

 


 ミザス              ~  With : Siti

 



~Me_the black and white in 
the blue ocean~

 
With : Gintan, ELFASA
  


(^o^)/ELFASA (Eight L Family of SNESMA)☆\(^ω^\)







Study Tour SMPN 1 Magetan to Bali, 2015

Author : Alsy Taqiya Comments : 0



I see your true colors~
The first day I met him... slowly, I saw many beautiful colors in front of me. The monotonous day was all gone. And I can't explain it clearly up to now. But I'll tell you something... look at the open sky first! There's me. Cause I feel like a bird in the open sky... because you gave me wings, and now I can fly... ummmmm... What was this little thing called? Wakarimasen!!

"What a beautiful day today!"said my friend. Her name is Hemi. I called her "Ice Princess" too, because she is too cute. She is my bestie. We love discussing about our homework, hanging out, eating ice cream, playing scrabble, and playing music. But, we have a different thing that we couldn't regret it each other. She likes rock music so much. I hate it so much. I prefer classic than rock!! She thinks that classic makes her sleepy to listen it. But I don't think so, and rock music always makes me dizzy although it puts a love song. But, I think that's not problem. She knows one thing that everyone doesn't know. Yeah,, she knows my secret admirer!!

"Kriiiiiiiiiiiiiiing....,"  the bell rang. I rushed out the class then went to the infirmary room. Ugh.. I was so sad after I looked at him in terribly pain. "Dear God, what must I do now??" He fell down from the staircase. His friends told me that he was getting a terrible headache. Then, when he walked down the stair, and he fell down. Slowly, my tears fell down through my sweet cheeks. . .


*TO BE CONTINUED * XD

Rainbow Eyes

Author : Alsy Taqiya Comments : 0

Hei, Minna ... ^_^ This is my story at Klayar beach. Pada Sabtu, 8 November 2014 saya mengunjungi Pantai Klayar, with my Mom <3 Aku diajak my momma kesana saat piknik kantornya. Sebenarnya sih tujuannya bukan cuma di Pantai Klayar... but the most amazing for me is this !  Hari itu aku ijin untuk tidak masuk sekolah -.-v/ "but Ow yeah! This is my great chance to join! "  •ू(ᵒ̴̶̷ωᵒ̴̶̷*•ू) )੭ु
Well, Pantai Klayar itu pantai yang extremely Amazing like a precious treasure tapi ombaknya ganasss... T.T

Okay guys, I'll tell you more about it now. 。(⌒∇⌒。)

For me, pantai klayar itu merupakan salah satu perhiasan indah Kota Pacitan, Jawa Timur. Pantai ini masih asli. Belum banyak bangunan berdiri di sekelilingnya. Perlu ekstra sabar untuk mendatangi lokasinya. Sebab, jalan menuju kesana cukup sempit, penuh tanjakan, dan kelokan tajam. Waktu itu, jalannya juga masih progress diaspal. Jadi gronjal-gronjol masih ada. Bagi penyuka keindahan alam, justru momen-momen perjalanan ke sini akan menjadi tantangan yang menyenangkan. Namun saat itu, saya naik mobil pick up, yakni angkutan desa yang udah disediakan di sana karena bus pariwisata tidak bisa masuk ke lokasi. *ya iyetlahh, greget tauk kalau jalan!! xD*

Hwao, ketika sampai di situ, Ma sha' Allah~ that such a great scenery that I have ever seen ! (❀ฺ´∀`❀ฺ)/

Pantai ini cocok banget untuk selfie di segala sudut tempatnya. Pasirnya putih dan luas, serta terjaga kebersihannya. The first thing that I was looking for is ... "Tourist !!" Iya, turis.. turis bule maksudku. But oh, what a but! There was no "bule" ??! Grrr, gagal deh rencanaku yang pingin foto bareng bule xD
But BTW guys, tau seruling laut gak? Hwao, aku terkejut banget dengan keindahannya .! *gigit jari*

★Seruling Laut★

Do you know that Pantai Klayar terkenal akan seruling lautnya? Dulu, disebut batu mancur. Wait, jangan dibayangkan bentuk seperti seruling, ya :v . Yang disebut seruling laut sebenarnya hanyalah sebuah lubang atas terletak di atas punggung gugusan karang. Karang ini disebut Tompak. Membentang di bagian timur pantai. Berfungsi sebagai benteng dari gempuran ombak. Bagian bawah bukit karang ini berongga hingga tembus ke bagian atas. Jika ombak sedang sangat besar dan kuat, air akan menyembur ke udara melalui rongga dan lubang itu. Saking kerasnya hantaman ombak itu sampai menimbulkan bunyi seperti siulan. Itulah kenapa, ia disebut seruling laut. Wew, asyik kan?
Nah ini dia, my friend, yang baru kenal dah asyik banget orangnya... dia mengabadikan video ini lewat kamera HP-nya. :-D

My Friend?? Ha, kok bisa? Yet, namanya Dennisa. Ia sekolah di SMPN 1 Kediri. Orangnya nge-fer banget walau baru kenal. Dia suka banget sama K-Pop. *kok beda banget sama aku, ya?* However, but I called her as my "friend". Tapi dia juga suka Animee :3 Kita pun omong-omongan sepanjang jalan. Ternyata, dia tu kelas 8B, dimana aku mengenal salah satu temannya, yakni Diesta. Aku kenal Diesta pas iseng-iseng join di grup SMPN 1 Kediri sana..
*Lo, aku kok jadi curhat..? * (•﹏•)

#With my friend
★Waspadai Ombaknya★
Warning !! Udah ku katakan ombak di pantai ini ganass ... bahkan tak ada orang yang berani berselancar di sana.
Yap, Pantai Klayar memang terkenal akan ombaknya yang ganas. Terutama ombak di sekitar Tompak. Karena itu, pengunjung harus ditemani pemandu jika mau naik ke Tompak. Sebab, sudah beberapa belas orang hilang ditelan gulungan ombak di tempat itu. *hiii.. ngeri !* Asal hati-hati dan menaati nasihat pemandu, bermain di atas Tompak cukup aman. (Y)

★Karang Bolong★

Di sebelah barat pantai, ada tebing yang cukup tinggi dan menjorok ke laut. Bagian tengah karang ini berlubang, sehingga menyerupai jendela yang sangat besar. Itulah kenapa, karang ini dinamakan karang bolong. Pada waktu senja mulai turun, karang ini sangat indah difoto. Sebab, langit di ufuk terlihat kemerahan. Bias sinar matahari sebagian menerobos masuk melalui lubang karang itu. Indah sekali !!!

Seneng banget deh, pokoknya. The scenery was very Exotic ! I love beach soo much. I love to go for walks along the seashore in the warm sunshine and watch the water~ Okay guys, sekian dulu yet yang aku sampaikan... tunggu Next story ku yet(?) Jaa Mata ! ヽ(^。^)丿

Bergetar Digempur Ombak Pantai Klayar ヾ(*´∀`*)ノ

Author : Alsy Taqiya Comments : 0
- dreams time.com -

Pada suatu hari, ada seekor kelinci bernama Michi. Ia sangat senang dengan boneka kesayangannya, yang ia namakan Flory. Baginya tidak ada teman sesepesial Flory. Ia menaganggapnya sahabat, meskipun hanyalah boneka. Boneka itu ia temukan di pinggiran Pantai Klayar minggu lalu bersama Pak Beruang.

"Yack ! Kau semakin cantik, Flory..." katanya sambil menyisir rambut bonekanya.
"Michii... ayo kita sarapan dulu !", kata ibu Michi.
"Iya, bu..."

Setelah berjalan ke ruang makan, Michi sangatlah senang dengan masakan ibunya.

"Ibu.... Kau memang koki yang hebat ! masakan wortel ibu sangat enak. Michi suka sekali :D"
"Hehehe.. ibu kan tahu makanan kesukaanmu." kata ibu sambil tersenyum.
"O ya, Michi, nanti ayah pulang. Di hari liburan yang panjang ini, kita akan pergi ke Pulau Kodok untuk berlibur bersama Paman Gober dan cucu-cucunya. Setelah makan, segeralah kamu siapkan barang-barangmu. "
"Horee.. pasti menyenangkan. Baik, bu!" kata Michi dengan girangnya.

Beberapa jam kemudian, Michi dengan kedua orang tuanya telah siap dan segera berangkat ke Pelabuhan Kodok. Pelabuhan itu khusus bagi hewan-hewan yang ingin pergi ke Pulau Kodok. Setelah berada di kapal, Michi memandangi lautan biru yang indah sambil memeluk erat bonekanya.

"Flory, bagaimana pendapatmu tentang lautan biru ini? Apakah mereka senang?" tanya Michi pada bonekanya. Tentu saja Flory tidak bisa menjawab, namun Michi yakin bahwa bonekanya ingin menjawab. Tak lama kemudian, ayah dan ibu Michi memanggilnya.
"Michii... ayo kesini ! Disini ada Paman Bebek Gober."
"Horee... Paman Gober !! Bagaimana keadaan Paman Gober? Apakah baik-baik saja? Dan apakah Paman kemari dengan cucu-cucu Paman?" tanya Michi dengan girangnya.

Lalu Paman Gober tersenyum dan menjawab,

"Michi, paman baik-baik saja. Ya, cucu-cucu paman sedang disini. Miko kucing... Jiji Jerapah... kemarilah ! ada Michi yang ingin bertemu dengan kalian." kata Paman Gober.
Setelah itu, Miko dan Jiji pun keluar dari dalam ruangan dan menyambut Michi.
"Michii... kita sudah lama tidak bertemu, ya !" kata mereka berdua.
"Ah, iya.. " jawab Michi.

Setelah itu, mereka berpelukan dengan terharunya.
"Teman-teman, bagaimana kalau kita bermain saja? " ajak Miko.
"Ide yang bagus ! Ayo main petak umpet ! " sambung Jiji.
"Baiklah, hom pim pah alai hom gambreng ! Yeeyy .. aku menang duluan..! " XD seru Michi.
"Ah, Michi beruntung sekali , yah! Ayo kita gunting batu kertasan!" ajak Jiji pada Miko.
"Gunting, batu, keer... tass !"
"Horee, aku menang dulu :D " kata Miko.
"Baiklah, aku yang kalah. Aku hitung ya... Satu.. dua.. tiga.. empat.."


Sambil Jiji menghitung, Michi dan Miko segera mencari tempat persembunyian. Michi bersembunyi di belakang pelampung kapal yang menggantung di tengah. Sedangkan Miko bersembunyi di dalam ruangan di balik kursi-kursi. Michi masih memegang erat boneka kesayangannya. Tiba-tiba, sekumpulan anak beruang datang mendekat Michi. Nampaknya, mereka tertarik dengan boneka Michi, dan meminjamnya untuk bermain.

"Hey, kau kelinci putih ! Berikan kami boneka itu ! Kami ingin memainkannya." perintah sekumpulan anak beruang itu dengan kasarnya.
Karena mereka berkata dengan kasar, Michi ketakutan dan menolak mereka untuk meminjamkannya.
"Tidak mau.. ini boneka kesayanganku... " kata Michi sambil memeluk erat bonekanya.
"Ayolah, berikan pada kami boneka itu !" hentak mereka.
"Tidak ! Saya tidak akan memberikan boneka ini padamu." jawab Michi.

Karena jengkelnya, sekumpulan anak beruang itu pun merebutnya, dan mereka buat Flory menjadi barang lempar-lemparan layaknya bola.

"Heii.. jangan dilempar boneka itu.. sini kembalikan ... ! "kata Michi.
"Hah?! Buat apa kita kembalikan? Boneka ini milik kita ..., ya kan teman-teman?"
"Hahaha dasar pecundang ! " ucap mereka semua.

Mendengar hal ini, Michi sangatlah sedih dan tersinggung pada ucapan mereka. Bahkan, karena mereka terlalu berlebihan, boneka Michi pun akhirnya jatuh ke dalam laut.

"Oh tidak, Florykuuu...! Mengapa kalian tega-teganya melemparkan boneka kesayanganku? Dia sahabat terindahku yang pernah ku punya." kata Michi dengan deruan air mata yang menetesi pipinya.
"Apa?? Boneka itu sahabatmu? Kau sudah gila ya, sampai boneka itu kau jadikan sebagai seorang sahabat? Hahaha.. malang sekali , kau ! " ejek mereka dengan perkataan yang sangat membuat Michi tidak nyaman. Mereka pun pergi meninggalkan Michi sendirian.
"Ya Allah, Michi sangatlah sedih... Mereka sangat jahat pada Michi. Apa yang harus Michi lakukan untuk mengambil boneka Michi lagi? "

Setelah itu, Jiji dan Miko yang dari tadi bingung akan keberadaan Michi dimana, akhirnya Miko melihatnya.

"Lihat , itu Michi ! Mengapa dia menangis, Ji? " kata Miko dengan menunjuk ke arah Michi.
"Entah, aku juga tak tahu.. ayo kesana ! " seru Miko.
"Michii... sedang apa kau disini? Mengapa kau menangis? dan dimana Flory? " tanya mereka keheranan.

Lalu, Michi menjelaskannya dengan air mata yang masih menetes.

"Tadi ada sekumpulan anak beruang yang jahat padaku. Mereka merebut bonekaku dan melemparkannya kian kemari hingga akhirnya Flory terjatuh di dalam laut..."
"Lalu, apakah kita masih bisa menyelamatkan Flory? " jawab Jiji.

Michi tak menjawab. Ia hanya memandang bonekanya yang berada dijauhan.

"Lihat, Flory mengapung disana... Ia sangat jauh dari posisi kita." jawab Miko.

Jiji yang melihat wajah Michi menjadi turut sedih. Flory pun sudah semakin tak terlihat, bahkan hilang. . .

Tiba-tiba dari kejauhan...


"Anak-anak!! Ayo kita turun. Kita sudah sampai.." kata Paman Gober ke tiga anak tersebut. Lalu Jiji, Michi, dan Miko datang ke Paman Gober dan orang tua Michi dengan wajah yang muram. Lalu, Jiji menceritakan semua pada mereka. Orang tua Michi dan Paman Gober pun sangatlah sedih pula mendengar apa yang telah terjadi. Sejak saat itulah, Michi menjadi pendiam dan sering menangis. Bagaimana tidak, liburan yang dinanti-nantikan Michi bersama keluarganya amat tidak berarti tanpa kehadiran Flory. Michi pun jadi tak bersemangat lagi.

*Beberapa hari kemudian.....*

Yap, pada hari itu Michi dan keluarga sudah di rumah. Kemarin mereka telah berpamitan pada keluarga Paman Gober.
Kring !! Michi, ohayou ! Michi, ohayou !
Nada dering jam alarm Michi berbunyi. Michi pun bangun. Ia langsung mengeluarkan selembar kertas dan pena. Lalu, ia membuat puisi tentang kerinduannya pada Flory. Rupanya, dalam mimpimya ia bertemu dengan Flory.

Dalam puisinya, tertulis lah semua ungkapan hati Michi, yang berjudul Flory.

*FLORY*

Flory...
Akankah kau disini?
Menemani hariku lagi?
Apa kau baik-baik saja?
Setelah bencana mengenai kita?

Flory...
Ku ingin kita bersama
Berbagi cerita canda dan tawa
Senyumanmu yang ceria
Tak pernah ku lupa
Sepanjang masa


Flory, apa ini hanya sementara?
Kita berpisah sementara ataukah selamanya?
Namun ku yakin
Suatu hari kita kan bertemu lagi
Apa kau mendengarkan laguku ini?
Lagu yang pernah kita nyanyikan bersama...
Di pinggiran pantai sampai matahari senja...

-- Flory, ku kan selalu mengenangmu --

Begitulah puisi Michi. Ia menatapi foto-foto bersama Flory. Betapa indahnya kenangan yang mereka lalui. Ibu Michi yang dari tadi memperhatikannya, menghampirinya dan menghibur Michi.

"Ibu.... Mengapa Michi masih menangis, ya? Tadi Michi lihat Flory, kok, di mimpi Michi... " kata Michi.

Ibu tersenyum dan mengusap air mata anaknya dengan menjawab ,

"Michi, itu artinya kau sangat merindukan Florymu. Ibu tahu betapa sedihnya kamu. Kau hanya melewati kerasnya lautan... Dimana lautan itu harus kau tempuh dan hadapi. Percayalah, bahwa suatu hari kau akan bersamanya lagi. Percayalah... " kata Ibu yang seperti malaikat putih bagi Michi. Michi pun jadi semakin yakin.
"Terima kasih, Ibu. Michi jadi merasa lebih baik. Ibu selalu mengerti apa yang Michi butuh." kata Michi sambil merangkul ibunya.
"Iya, Michi... ibu juga merasa senang jika kamu senang" jawab ibu dengan senyuman lebar di bibirya.

*Beberapa tahun kemudian.....*

Ada seorang nenek yang sangat lemah dan miskin. Nenek itu bernama Nek Ruru, seekor Rusa tua. Ia tinggal di dekat Lautan Kodok. Rumahnya pun sudah tak layak lagi dipakai.

Suatu pagi, Michi bermain skateboard. Yap, ia mempunyai hobi baru. Ia mengelingi taman yang sangat indah. Tak sengaja, Michi bertemu dengan nenek Rusa tua, yang terlihat sedih memandangi bunga-bunga aster. Ia pun mendekati nenek tersebut.

"Nek, apa Anda baik-baik saja? Bolehkah saya tahu tentang Nenek? " tanya Michi dengan suara pelan.
Nenek tersebut tersenyum dan berkata,
"Nenek sedang sedih. Ya, boleh. Nama Nenek adalah Nek Ruru. Rumah Nenek ada di dekat Lautan Kodok. Akan tetapi, sekarang sudah roboh. Nenek tinggal di dekat taman ini." jawab Nenek pada Michi.
"Nama saya Michi, Nek. Saya tinggal agak jauh dari taman ini. Apa yang Nenek sedihkan?" tanya Michi kembali.
Nenek itu pun tak menjawabnya dan menunjukkan pada Michi foto-fotonya saat ia masih muda dengan segerombolan bunga aster di sekitarnya.
Lalu Nenek berkata,
"Itu kisah Nenek. Nenek sangat menyukai bunga aster itu yang indah pemberian kekasih nenek. Bunga aster tersebut bukanlah bunga aster biasa, karena ia mengambilnya di puncak gunung yang sangat tinggi. Namun, sekarang bunga aster itu telah tiada. Seseorang telah iri pada nenek dan mencurinya. Kekasih Nek Ruru pun telah tiada. Ia sakit dan meninggal satu tahun yang lalu. Sekarang, Nenek tinggal sendiri, dan hanya bisa memandang bunga aster di taman ini. " jelas Nenek yang membuat Michi turut sedih.
Lalu Michi berkata, "Dulu aku mempunyai boneka yang sangat menghiburku, Nek. Namanya Flory. Bagiku ia bukanlah boneka yang biasa, tetapi luar biasa. Ia sahabatku, Nek... namun , saat berada di kapal menuju Pulau Kodok, ada segerombolan anak beruang yang merebut bonekaku. Mereka melemparkannya kian kemari, hingga akhirnya Flory terjatuh dan menghilang." kata Michi sedih.

"Bentar-bentar... sepertinya nenek pernah menemukan boneka di pinggiran Pulau Kodok, Michi..." kata Nenek sambil mengecek tas merah yang terlihat tua itu.
"Benarkah itu, Nek? Kuraharap yang nenek maksud adalah Flory."
"Ya, ya.. ini dia ! Baju boneka ini bertuliskan Flory..." kata Nenek dengan riangnya.
"Floryyyy!!!!!!!! Nek, apa aku sedang mimpi, Nek? coba cubit pipiku Nek.. apa aku sedang berada di dunia mimpi??" kata Michi tak percaya.
"Aaaaww.. sakit lah, Nek !" lanjutnya.
"Hehehe.. kan Nenek cuma nurutin perintahmu.." sahut Nenek.
"Ya Allah.... terimakasih. Kau telah mempertemukan ku lagi dengan Flory..:) " kata Michi dengan memeluk erat bonekanya.
Boneka itu terlihat masih terawat bahkan lebih indah, karena terdapat kalung bunga aster yang mengelilingi lehernya.
"Syukurlah, kalau kau sudah menemukannya. Boneka itu nenek temukan 2 minggu yang lalu di pinggiran Pulau Kodok dengan kondisi yang sangat buruk. Lalu, nenek perbaiki dan merawatnya. Rupanya bonekamu telah berjuang bertahan dari kerasnya lautan." kata Nenek.
Lalu, Michi terdiam. Ia teringat dengan apa yang dikatakan oleh ibunya kini lah benar, bahwa ia dan bonekanya hanyalah bertarung dengan kerasnya lautan. Michi pun senang dan memeluk Nek Ruru bersama bonekanya.
"Nek, terima kasih.. Kau telah menjaga baik bonekaku. Michi merasa sangaaat senang... Nek, Michi lebih senang lagi jika nenek tinggal bersama Michi. Orang tua Michi pasti senang dengan kehadiran Nenek dan Flory. Maukah Nenek tinggal bersama kami?" kata Michi.
"Nak, kau memang anak yang baik. Baiklah kalau Michi ingin begitu, Nenek akan menerimanya dengan senang hati." kata Nenek dengan senyuman lebarnya.
"Horeeee! Ayo, Nek ! Aku tunjukkan jalannya."girang Michi.

Sampai di rumah, Michi menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya.Mereka pun merasa berterimakasih pada Nek Ruru, yang telah merawat Flory dengan baik. Bahkan sejak saat itu, Michi kembali periang dan tidaklah murung lagi. Mereka pun tidak berkeberatan untuk menerima Nek Ruru tinggal bersama.

Sejak saat itu, Nek Ruru dan Michi sering bermain bersama Flory. Nek Ruru pun senang mengajari bagaimana cara berkebun. Mereka selalu berkebun setiap Minggu. Bagi Michi, Nek Ruru mengajarkannya pelajaran yang sangat penting tentang kepedulian kita terhadap alam. Ia mengajarinya bagaimana berkebun dengan benar, menyayangi tumbuhan layaknya Flory, menyiram dan memberi pupuk.

Sekian berjalan waktu, Nek Ruru jatuh sakit. Ia dirawat di rumah sakit untuk para hewan. Michi pun sangat sedih dengan keadaan Nek Ruru. Ia juga berdo'a agar Nenek cepat sembuh.
"Nek, apa yang harus Michi lakukan agar Nenek bisa tetap senang?" tanya Michi pada Nek Ruru yang terbaring lemah. Sang Nenek tersenyum dan menjawab,
"Kau pasti tahu jawabannya nanti," dengan suara serak.

Nek Ruru pun melihat segelas air disampingnya. Ia ingin menyiramnya sendiri bunga aster yang berada di luar ruang lewat jendela.
"Nek, biar Michi saja yang menyiramnya..." gemetar Michi.
"Jangan, Michi... Nenek ingin melakukannya sendiri, mungkin untuk terakhir kalinya." jawab Nenek yang membawa segelas air itu ke luar ruangan.
Setelah menyiram, nenek berkata, "Bunga itu akan bersinar, setelah kita memberinya kepedulian." kata Sang Nenek.
Michi terpukau. Ia juga sudah mengerti jawabannya, bahwa ia harus peduli pada lingkungan untuk membuat Nek Ruru senang. Lalu, mereka kembali ke tempat mereka lagi.
"Nek, terimakasih karena kau telah mengajariku banyak hal." kata Michi.

Nenek tersenyum dan meneteskan air mata.
"Michi.. jadilah kelinci kecil nenek yang selalu riang, ramah, dan tabah." kata Nenek.
Setelah itu, nenek menutup matanya. Tak lama kemudian, Michi menyadari bahwa itulah kata-kata terakhir Nenek yang ia dengar.
"Nenek..? Nek Ruru..? Nek...?" panggil Michi berulang-ulang.

Si Dokter Bon Bon yang dari tadi melihat dan mendengarkan pembicaraan mereka menjelaskan pada Michi bahwa neneknya telah meninggal. Setelah dokter berkata begitu, Michi sangaaaat sedih... ia tak bisa percaya bahwa kata-kata indahnya tersebut berakhir kesedihan. Michi pun memeluk erat Nek Ruru, dan membisikkan padanya, "Nek, Michi sangat sayang pada Nenek."

Segeralah dokter memberi tahu keluarga Michi dan perawat lainnya. Setelah mendengar perkataan dokter, orang tua Michi juga sangat sedih. Mereka berturut berduka cita atas kepergian Nenek Ruru. Perlahan tapi pasti, Ibu Michi mendekatinya.
"Michi,meskipun Nenek Ruru telah tiada, ingatlah selalu perkataan indahnya padamu." kata Ibu.
"Iiibu..."jawab Michi dengan setetes air mata dan pelukan hangat ibu membelainya.
Michi pun bangkit, dan tak ingin lama bersedih. Ia yakin bahwa Nenek telah menjadi cahaya di musim semi dari bunga-bunga aster yang disiramnya.

"Ya. Dia telah menjadi cahaya. Terima kasih Nek Ruru :'( " kata Michi di hatinya yang dalam.




>>-------------------The End--------------------<<by : Alsy Taqiya Herasafitri.

#gomenne kalau terlalu aneh , wkwk.. saya buat blog ini harena pada pertamanya, guru bahasa Indonesia saya menyuruh saya dan teman-teman saya membuat blog yang isinya karya cipta cerpen seperti ini . :D

Boneka Kesayangan Michi o(^▽^)o

Author : Alsy Taqiya Comments : 0

- Copyright © Sekai no Himitsu~ - Alsy Taqiya - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -